rajabacklink
pesantren Al Masoem

Melawan Bullying: Peran Penting Pesantren dalam Pemberdayaan Santri

25 Feb 2024
1068x

Bullying merupakan sebuah permasalahan yang tak jarang terjadi di lingkungan pendidikan, tak terkecuali di pesantren. Perilaku ini dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi korbannya, baik secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolektif untuk memerangi bullying, dan pesantren memiliki peran penting dalam memberdayakan para santrinya.

Kenapa harus pesantren? Salah satu hal yang sering kita bahas karena lembaga ini cenderung terkenal karena kasus kasus seperti bullying ini. Jarang ada perundungan di sekolah formal karena mindset itu maka yang harus ditekankan dan perbaikan adalah konsep pendidikan karakter di pesantren ataupun di boarding school. 

Budaya bullying semakin kental setelah berita berita yang membawa nama nama pesantren ternama sebagai salah satu pesantren yang kurang ramah dengan aksi bullying, bahkan dalam beberapa tahun kemarin terjadi pembullyan hingga menewaskan para korbannya.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang seharusnya mengayomi seakan tidak sanggup untuk mengayomi para peserta didiknya. Maka dari itu konsep pesantren harus mulai diubah untuk meminimalisir aksi bullying salah satunya adalah dengan meniadakan senioritas dan menghilangkan unsur unsur yang menyebabkan bullying itu bisa terjadi. Dalam artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana pesantren berperan dana pemberdayaan santri untuk melawan aksi bullying.

Enam Tips bagi Pesantren untuk Memberdayakan Santri untuk Melawan Bullying

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan pesantren untuk memberdayakan santri untuk melawan aksi bully diantaranya adalah : 

1. Pesantren dapat membangun budaya anti-bullying. 

Hal ini dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai moral dan agama kepada para santri, seperti kasih sayang, saling menghormati, dan toleransi. Pesantren juga dapat membuat aturan yang tegas terhadap bullying dan menerapkan konsekuensi yang jelas bagi pelakunya. 

Budaya anti bullying ini bisa dilaksanakan dengan cara membangun citra terhadap para santri, penting juga untuk bisa memisahkan santri yang sudah senior dan santri yang masih baru, ini dapat meminimalisir para santri untuk tidak saling bergesekan satu dengan yang lainya. Mengingat mereka yang sudah senior cenderung merasa lebih memiliki kuasa dari pada yang junior. Hal seperti ini yang kadang akan menjadi bibit bibit aksi bullying di pesantren.

2. Pesantren dapat meningkatkan kewaspadaan dan edukasi. 

Guru dan staf pesantren harus dibekali dengan pengetahuan tentang bullying, termasuk tanda-tandanya, cara pencegahannya, dan cara menangani kasus bullying. Pesantren juga dapat mengadakan seminar atau workshop tentang bullying untuk meningkatkan kesadaran para santri.

Adapun pengetahuan tentang bullying minimal tahu arti dari bullying dan tahu ciri ciri orang yang sedang menjadi korban bullying. Ciri ciri ini bisa dipelajari dan guru juga harus bisa melakukan pendekatan secara personal kepada para siswa yang dikhawatirkan menjadi korban bullying. Ajak mereka ke tempat sepi dimana hanya anda dan korban, karena kadang korban bullying takut jika mereka melaporkan mereka akan semakin di bully oleh para pelaku. 

3. Pesantren dapat menciptakan lingkungan yang aman dan suportif. 

Para santri harus didorong untuk berani melaporkan bullying dan merasa aman untuk berbicara kepada orang dewasa yang terpercaya. Pesantren juga dapat membangun sistem support network antar santri untuk saling membantu dan menguatkan. Jika hal ini bisa dicapai insya Allah bullying di pesantren selain bisa hilang juga bisa diatasi dengan cepat.

4. Pesantren dapat Menghilangkan sistem Senioritas

Penyebab utama pesantren sering terjadi kasus bullying karena adanya sistem senioritas. Sistem senioritas ini kadang tidak hanya tercipta secara sepihak tapi diciptakan sendiri oleh pihak pesantren dengan sistem ajaran oleh senior. Beberapa pondok pesantren tradisional membuat sistem seperti ini untuk memberikan edukasi kepada mereka yang sudah lulus atau dalam fase masa pengabdian selama satu atau dua tahun setelah mereka lulus untuk bisa mengajar dulu di pondok pesantren yang mereka tekuni. Sistem senioritas ini kadang disalahgunakan oleh para santri yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan tindakan yang tidak diinginkan. Bukan berarti kami melarang adanya pengabdian santri tapi cobalah diberikan batasan batasan tertentu sehingga aksi main senioritas ini bisa hilang di pondok pesantren. 

5. Hilangkan tempat tempat yang rawan jadi aksi bullying

Beberapa pondok pesantren memiliki gudang, aula dan beberapa tempat yang memang jarang dijamah setiap hari. Jika ada tempat seperti ini nyusahin untuk dijaga dengan baik atau diberikan kunci oleh pihak yang bisa bertanggung jawab dengan baik, jika memang perlu dipasang CCTV di setiap sudut seperti ini karena apa? untuk meminimalisir perilaku bullying disini. Karena tempat seperti ini sangat rawan bahkan sangat sering terjadi ditempat yang sepi seperti ini. Meskipun beberapa kasus bullying terjadi di kamar santri juga. Tapi pihak pesantren harus bisa meminimalisirnya dengan cara melakukan patroli rutin baik oleh ustadz dan ustadzah. Karena dengan adanya orang tua yang patroli setiap waktu aksi bullying mungkin bisa dihindari.

6. Buat aturan tegas tentang pelaku bully

Hal yang paling penting adalah membuat aturan tegas tentang pelaku bully, ini sangat penting dan cukup efektif menekan bullying baik itu di sekolah dan di pondok pesantren. Salah Satu pesantren yang menggunakan sistem dan konsep seperti ini adalah Al Masoem. Pesantren yang terletak di jalan cipacing no. 22 ini menerapkan aturan tegas tentang pelaku bullying, bahkan Al Ma'soem siap membantu melaporkan ke kepolisian jika ada pelaku bully di pesantren ini. Tidak main main, selain siswa pelaku bully dikeluarkan mereka juga akan diproses hukum. 

Karena hal seperti ini santri jadi khawatir dan tidak mau untuk berbuat sembrono seperti bullying. Jika memang ada pertengkaran kecil santri diajarkan untuk saling memaafkan, jika terjadi senggolan santri diajarkan untuk saling meminta maaf dan berbagai macam hal lainnya. Karena pentingnya untuk saling menghargai sangat dijunjung tinggi di pesantren ini. Sehingga lingkungan pesantren ini sangat aman dari bullying. 

Pesantren memiliki peran penting dalam memerangi bullying dan memberdayakan para santrinya. 

Dengan membangun budaya anti-bullying, meningkatkan kewaspadaan dan edukasi, menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, dan membekali para santri dengan keterampilan coping, pesantren dapat membantu para santri untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat dan bahagia.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Berita Terkait
Baca Juga:
sosial media

Menganalisis Tren Pasar dengan Sosial Media Monitoring

Tips      

6 Maret 2025 | 316


Dalam era digital yang serba cepat ini, bisnis modern dituntut untuk selalu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di pasar. Salah satu cara paling efektif untuk memahami apa yang sedang ...

Inilah Fitur Andalan Kulkas 1 Pintu Terbaru Belleza Dari Polytron

Inilah Fitur Andalan Kulkas 1 Pintu Terbaru Belleza Dari Polytron

Teknologi      

12 Jun 2023 | 1030


Kulkas Polytron 1 pintu terbaru hadir dengan berbagai fitur barunya yang sangat membantu mempertahankan kesegaran makananmu lebih lama. Berikut adalah empat produk terbaik dari Kulkas 1 ...

Serba-Serbi Tentang Mutiara Yang Wajib anda Ketahui

Serba-Serbi Tentang Mutiara Yang Wajib anda Ketahui

Fashion      

20 Mei 2020 | 1471


Mutiara adalah salah satu perhiasan yang hingga kini menjadi incaran seluruh orang yang ada di dunia. Mutiara menjadi perhiasan yang sangat dicari karena memiliki keindahan yang tiada tara. ...

Sosial Media

Cara Menghindari Jasa Like Abal-Abal yang Berisiko bagi Akun Anda

Teknologi      

2 Apr 2025 | 317


Di era digital saat ini, banyak pengguna media sosial yang berlomba-lomba untuk meningkatkan popularitas akun mereka. Salah satu cara yang sering digunakan adalah melalui jasa like sosial ...

Profil Kamrussamad (Gerindra) Daerah Pemilihan Jawa Barat III

Kamrussamad: Suara Gerindra dari Jabar III yang Gigih Perjuangkan Kesejahteraan Sosial

Pendidikan      

13 Jun 2025 | 127


Profil Kamrussamad (Gerindra) Daerah Pemilihan Jawa Barat III merupakan topik yang semakin menarik perhatian publik, terutama menjelang pemilihan umum mendatang. Kamrussamad, sebagai salah ...

Strategi Kampanye Modern Dan Dampak Kampanye Digital

Media Sosial dan Pemilu: Transparansi atau Manipulasi?

Tips      

15 Apr 2025 | 339


Media sosial telah menjadi salah satu tulang punggung dalam strategi kampanye modern, terutama menjelang pemilu. Dengan beragam platform seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, caleg dan ...

Copyright © AnakDunia.com 2018 - All rights reserved