juskulitmanggis
Jangan Pernah Mendahului Ketetapan Allah

Jangan Pernah Mendahului Ketetapan Allah

5 Jul 2019
46x

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?

“ Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya”.

(QS. An-Nahl: 1)                                                                  

Yang pasti, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. Oleh karena itu tidak sepantasnya kita menyebrangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Karena siapa yang akan tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti ditengah jalan sebelum kita sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.

Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Karena, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara akal sehat, tindakan itu pun tidak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun kenyataannya, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan kekurangan ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di sekolah-sekolah setan.

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia".  (QS. Al-Baqarah:268)

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di genggaman yang lain, tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tidak terwujud. Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, jangan lupa pernah menanti serangan petakanya. Karena hari ini Anda sudah sangat sibuk.

Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.

Berita Terkait
Baca Juga:
Keutamaan Berdagang Dalam Islam

Keutamaan Berdagang Dalam Islam

Religi

16 Jan 2019 | 310

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyewa Mobil Untuk Liburan

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyewa Mobil Untuk Liburan

Tips

13 Jun 2019 | 100

Tips Memilih Universitas Swasta Terbaik Di Bandung

Tips Memilih Universitas Swasta Terbaik Di Bandung

Tips

20 Apr 2019 | 204

Tips Menabung Yang Mudah di Praktekan Ala Ibu Rumah Tangga

Tips Menabung Yang Mudah di Praktekan Ala Ibu Rumah Tangga

Tips

27 Des 2018 | 456

Adab Persaudaraan Dalam Islam

Adab Persaudaraan Dalam Islam

Religi

15 Jan 2019 | 573

Wisata Aneh dan Unik  yang Hanya Ada di Indonesia

Wisata Aneh dan Unik yang Hanya Ada di Indonesia

Pariwisata

17 Des 2018 | 505

Copyright © AnakDunia.com 2018 - All rights reserved