hijab
Hidup Bukanlah Soal Gengsi, Tetapi Kemanfaatan Diri Bagi Agama, Manusia Dan Kehidupan

Hidup Bukanlah Soal Gengsi, Tetapi Kemanfaatan Diri Bagi Agama, Manusia Dan Kehidupan

6 Nov 2019
91x

Hidupnya menjadi sibuk hanya untuk mewujudkan kesuksesan dan urusan dunia lupa bekalnya menuju akhirat

Manusia adalah mahluk yang sempurna karena kemampuannya berpikir yang digunakan untuk istiqomah di jalan yang lurus. Sisi yang lain manusia adalah mahluk yang paling susah bahagia dan selalu merasa tidak ada puasnya. Karena besarnya angan-angan dunia, yang membuat hidupnya sibuk hingga lupa menjalankan tugas-tugas penting sebagai hamba Allah dan khalifah Allah.

Tidak sedikit orang yang karena pekerjaannya mendapatkan income besar setiap bulannya, tetapi sholat menjadi tidak sempat, mendidik anak apalagi. Dan ada orang yang bisa wisata ke berbagai penjuru bumi, tetapi menyantuni anak yatim tidak pernah, peduli terhadap Muslim yang teraniaya apalagi.

Dan dibalik itu semua, ternyata mereka adalah orang yang hidup dalam ketidak tenangan, ketidak bahagiaan karena semakin hari hidup mereka dikendalikan oleh obsesi demi obsesi tentang materi dan selalu hanya memikirkan dunia saja. Hidupnya menjadi sibuk hanya untuk mewujudkan kesuksesan dan keuntungan serta untuk membenahi berbagai problematika sosialnya yang tidak ada habisnya. Dan semua itu banyak menyita waktu istirahat pekanannya. Ia juga merasa asing terhadap orang dirumahnya karena selalu pulang malam.

Bahkan ia dan keluarganya merasa seolah-olah terpisah dari masyarakatnya. Ia tidak pernah mengunjungi seorangpun yang akibatnya tidak seorangpun mengunjungi mereka.

Sampai muncul pertanyaan di dalam hatinya.

“Jika aku berhenti dari kerja sambilan ini, apakah aku akan mati kelaparan? Tidak akan!”

Karena belum pernah terjadi kami mengalami bahaya kelaparan, meski dalam kondisi kesulitan materi.

“Lalu apakah rumah kami akan kehilangan sesuatu yang dapat membuat kami tidak dapat melangsungkan kehidupan normal? Tidak akan!”

“Karena semua faktor kehidupan normal telah terpenuhi oleh penghasilan yang kami dapatkan. Meskipun sebagian perabot sudah kuno, tapi kami sudah terbiasa. Bahkan kami siap untuk memulai hidup lebih prihatin dari kehidupan normal yang telah kami jalani.”

Jika demikian apa yang harus ditakutkan, dan untuk apa harus takut, tidak ada sama sekali yang perlu ditakutkan. Ya harus dilakukan adalah berhenti dari berlomba menumpuk kekayaan, mengutamakan penampilan dan gengsi-gengsi dalam kehidupan sosial.

Padahal sejatinya hidup bukanlah soal gengsi, tetapi kemanfaatan diri bagi agama, manusia dan kehidupan.

Semua orang berambisi mendapatkan limpahan materi. yang semua itu mengharuskannya untuk sibuk, yang mengakibatkan matinya hubungan sosial, shalat yang terputus, nilai-nilai yang menurun, hilangnya keamanan, serta kasih sayang dan cinta yang menguap dari kehidupan kita. Ditambah dengan berbagai racun yang melekat pada jiwa, yaitu; dengki, cemburu, tamak, pembangkangan, dan ambisi terhadap dunia dan tak menganggap akhirat.”

Pepatah Arab mengatakan, “Siapa yang berakal, niscaya ia akan ridha terhadap dunia yang hanya secukupnya. Ia tidak sibuk mengumpulkannya. Namun ia sibuk mengerjakan pekerjaan akhirat, karena akhirat adalah negeri yang pasti dan negeri kenikmatan. Sedangkan dunia adalah negeri yang fana (akan hancur). Dunia adalah penipu dan pembuat bencana.”

Berita Terkait
Baca Juga:
Sabar Dalam Segala Ujian, Kunci Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat

Sabar Dalam Segala Ujian, Kunci Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat

Religi

31 Okt 2018 | 907

Cara Mudah Mengetahui Virus HP Yang Membuat Handphone Lemot

Cara Mudah Mengetahui Virus HP Yang Membuat Handphone Lemot

Teknologi

24 Okt 2019 | 42

Aneka Kuliner Jajanan Khas Bandung Paling Enak

Aneka Kuliner Jajanan Khas Bandung Paling Enak

Kuliner

16 Sep 2019 | 70

Jenis Bahan Yang Cocok Untuk Gamis

Jenis Bahan Yang Cocok Untuk Gamis

Fashion

31 Okt 2019 | 27

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyewa Mobil Untuk Liburan

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyewa Mobil Untuk Liburan

Tips

13 Jun 2019 | 257

Faktor - Faktor penyebab Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Faktor - Faktor penyebab Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Kesehatan

26 Feb 2019 | 687

Copyright © AnakDunia.com 2018 - All rights reserved